Rabu, 11 Januari 2012

Review DUNSA - Lomba Review DUNSA







Konspirasi besar terungkap
Merphilia harus membunuh ibunya.




Judul                : Dunsa
Pengarang        : Vinca Calista
Penyunting        : Jia Effendie
Penyelaras        : Ida Wajdi dan Fenty Nadia
Pewajah Isi       : Aniza Pujiati
Cetakan           : 1, November 2011
Tebal                : 453 halaman
Penerbit            : Atria




Ketika saya melihat twitter @Atrianic, saya agak tertarik dengan buku novel ini. Terlebih ketika saya membaca pengarangnya, Vinca Callista. Wah, padahal baru-baru ini saya baru membaca buku teenlitnya, Semburat Senyum Sore. Sebenarnya saya agak ragu dengan cerita novel Dunsa, terlebih karena saya juga pecinta buku Fantasi. Apa bisa, orang Indonesia membuat buku bergenre fantasi yang dapat menyaingi buku fantasi luar negeri? terlebih Vinca Callista sebelumnya menulis buku yang bergenre remaja. Jujur, saya agak sangsi dengan buku Dunsa.


Tidak lama kemudian, @Atrianic mengadakan kuis untuk mendapatkan buku Dunsa. Soalnya juga cukup mudah, hanya menyebutkan Empat Kerajaan besar di Prutopian. Dengan jawaban sekenanya, sayapun menjawab kuisnya. Dan alhamdulillah, saya menang kuis itu. Hore!


Lusa nya, paket yang berisi buku Dunsa sudah mendarat dengan manis di rumah saya. Langsung saya buka. Tapi setelah di buka saya agak bingung, biasanya, Atria itu memberi hadiah buku masih di segel plastik rapi. tapi yang ini sudah tidak bersegel lagi. Dan pertanyaan saya itu terjawab sudah ketika melihat halaman pertama bukunya, ada tanda tangan Vinca Callista! Ya ampun, sudah dapat buku gratis, dapat tanda tangan penulisnya pula, sangat beruntung! hahaha.


Perasaan saya campur aduk saat itu, Senang, Kaget, sama Sebal. Ya, buku Dunsa datangnya itu pada saat sekolah saya lagi gencar-gencarnya memberi ulangan harian, tugas-tugas, dan lagi sebentar lagi akan di adakan Tes RSBI dan juga UAS. Saya hampir tidak ada waktu untuk membaca Dunsa. Paling paling cuma bisa membaca satu-dua bab tiap hari, sampai akhirnya saya memutuskan begadang untuk menamatkan buku itu, karena saya sangat penasaran dengan akhir ceritanya!


Di awal cerita, saya sudah tergiur dengan deskripsi tentang Merphilia Dunsa.


"Merphilia adalah seorang gadis berusia tujuh belas tahun. Tubuhnya berisi, otot-ototnya indah hasil latihan fisik bertahun-tahun. Tingginya hampir enam kaki. Wajahnya sangat cantik, kedua matanya menawan dan sering kali menyorot tajam memperlihatkan pemikiran kritisnya. Hidungnya mancung dan lancip, bibir merahnya berisi dengan garis-garis yang melengkung seksi, rambut hitamnya di potong pendek dengan poni yang melintang dari kiri ke sebelah kanan dahinya, kulitnya mulus dan berwarna kecokelatan. Secara fisik, Merphilia bisa jadi idaman pria mana pun yang melihatnya." (hal. 8)


Merphilia bisa menjadi idaman pria mana pun. Tetapi tidak ada yang pernah melihatnya. Merphilia sejak kecil tingak di sebuah pondok sederhana di Tirai Banir, Naraniscala. Naraniscala adalah salah satu dari empat kerajaan besar di Prutopian. Ketiga Kerajaan besaar lainnya adalah Delmorania yang menyatu dengan laut, Ciracindaga yang tidak pernah kehabisan hasil alam, dan Fatacetta negeri para peri. Naraniscala sendiri merupakan yang paling kaya di Prutopian, karena semua tanahnya mengandung minyak bumi dan batu-batu mulia.


Di pondoknya yang kecil, Merphilia tinggal bersama bibi nya, Bruzila Bertin, perempuan berpenampilan nyentrik yang satu-satunya orang yang Merphilia kenal. Seumur hidupnya, Merphilia menghabiskan waktu untuk mengurus rumah, membaca buku, dan latihan bersenjata.


Sejak berumur enam tahun, Merphilia sudah di ajarkan oleh Bruzila unruk menggunakan pedang. Dia juga mengajari Merphilia memanah, melempar belati, menggunakan pisau bumerang, hingga teknik menembak crossbow.


Merphilia hanya mengenal Naraniscala dari buku-buku yang di bacanya. Dia belum perah meluhat sendiri bagaimana bentuk Istana Naraniscala yang menurut buku yang di bacanya sangat megah di sertai fasilitas mewah. Merphilia sangat ingin menjelajahi Naraniscala, bahkan kalau bisa menjelajahi Prutopian. Namun Bruzila tidak mengizinkannya turun dari Tirai Banir.


Di hari ulang tahunnya ke 17, Merphilia mendapatkan hadiah dari Bruzila, seekor kuda yang tampak gagah dengan surai hitam yang menyatu dengan rambutnya yang berwarna cokelat tua. Akhirnya, dengan menaiki kuda, dia dan Bruzila pergi ke Fastehagan, Ibu kota Naraniscala. Di sanalah dia bertemu dengan Pangeran Skandar Ardelazam, si penunggang kuda berwarna putih yang diam-diam telah mencuri hatinya.


Ternyata takdir mempertemukan mereka kembali. Merphilia ternyata harus pergi ke Istana Naraniscala, dan yang lebih mengagetkan, ternyata dia harus membunuh ibunya sendiri, Ratu Veruna. Selama ini Merphilia hanya tahu bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal, dia samasekali tidak tahu bahwa Ratu Veruna adalah ibunya. Dia juga telah di beri mantra Saira (Nama saya itu, hahaha) oleh Bruzila sehingga dia tidak mengingat masa lalunya.


Belum lagi sikap para penghuni istana yang memusuhi dirinya. Bahkan Pangeran Skandar pun juga memutuskan untuk memusuhi dirinya, karena Merphilia adalah anak dari Ratu Veruna. Merphilia tidak terima dengan hal itu, karena dia sendiri juga tidak mengenal ibunya, dan dia tidak berfikir untuk membantu ibunya, bahkan dia juga bersedia untuk membantu membunuh ibunya.Namun akhirnya hati Pangeran Skandar luluh akan Merphilia, dan kemudian membantu Merphilia untuk membunuh Ratu Veruna.


"Karena hatiku tidak mengizinkannya. Ia menolak untuk membencimu." (hal. 180)


Ratu Veruna atau Ratu Merah sebenarnya adalah Megorgo Dunsa, seorang perempuan cantik yang mengambil hati ayah Pangeran Skandar, Raja Claresta Ardelazam.Namun hubungan mereka berdua tidak di restui oleh Maharaja Badrika Ardelazam. Raja Claresta pun harus menikah dengan Puteri Danella Harwasta. Marah karena hal ini, Megorgo lalu berubah menjadi pendendam, ia memutuskan untuk belajar sihir dari kaum Zauberei dan mendirikan sebuah keratuan hitam di Kepulauan Borealis yang terpencil. Saking bencinya ia kepada Naraniscala, Megorgo yang telah berubah menjadi jahat dan berganti nama menjadi Ratu Veruna atau Ratu Merah kemudian menebar teror ke seluruh penjuru Prutopian. Tidak terhitung besarnya korban dan kerusakan yang ditumbulkan, seblum akhirnya Ratu Veruna ini dikalahkan oleh Ratu Alanisador yang kemudian menjadi penguasa Naraniscala. Jiwa nya tersimpan dalam Danda Merah, dan kemudian ada seseorang yang mengucapkan mantra Reikarnasi, sehingga sekarang dirinya bangkit kembali.


Dengan bantuan balatentara kerajaan Sena Naraniscala, Merphilia berangkat menuju kerajaan Delmorania yang paling terancam oleh kebangkitan Ratu Veruna. Peta yang ada di depan terbukti sangat memudahkan pembaca untuk mengetahui di mana letak-letak negeri dan kota yang disebutkan dalam buku ini. Dari sinilah petualangan Merphilia sang gadis petarung berlanjut. Aneka petualangan siap menanti, bermacam makhluk legendaris yang selama ini hanya ada dalam buku tiba-tiba mewujud nyata dan benar-benar harus dihadapi Merphilia. Kisah ini diselipi juga dengan bumbu-bumbu romantisme antara Merphilia dengan pangeran Skandar sehingga porsinya pas antara sebuah novel petualangan, fantasi, sekaligus novel remaja. Dan juga ada pula sosok Putera Mahkota Wavilerma Halinasha, yang ternyata juga jatuh cinta kepada Merphilia.


Di balik kisah petualangan Merphilia, Merphilia harus di hadapkan konflik antar Puteri dan Pangeran kerajaan Prutopian. Seperti Puteri Ajmirre Halinasha yang sangat membenci hubungan Merphilia dan Pangeran Skandar, Puteri Aereneve Halinasha yang sangat mengidolai sosok Merphilia, dan ada pula Puteri Mahkota Delmorania, Puteri Geneviota yang iri dengan kecantikan Merphilia, dan juga membencinya karena Ratu Veruna membunuh ibunya.




Hal yang terpenting adalah bagaimana cara Merphilia berperang dengan Ratu Veruna, ibunya sendiri. Apa yang harus di lakukan Merphilia? Akankah ia harus mengorbakan hati nuraninya demi rakyat Naraniscala?




Di buku ini ternyata ada pengecohnya. Saya terkecoh dengan fakta bahwa Merphilia harus membunuh Ibunya. Di akhir-akhir cerita, ternyata ini adalah sebuah Konspirasi besar. lalu, apa yang terjadi sebenarnya? Dan siapakah yang harus melawan Ratu Veruna?


Kisah Dunsa mengingatkan saya kepada cerita The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader. Entah mengapa, ketika Merphilia harus pergi ke Delmorania menggunakan kapal Ganima, itu mengingatkan saya kepada petualangan Lucy, Edmund, Eustace dan Pangeran Caspian yang menjelajahi Narnia untuk mencari ketujuh Lord yang hilang menggunakan kapal Dawn Treader. Dan ketika kapal Merphilia dan Sena Naraniscala di handang oleh Canisadin, Monster Air dalam perjalanan ke Delmorania, itu mengingatkan saya pada Kapal Dawn Treader yang dihandang oleh Monster Air. Agaknya Dunsa memang terinspirasi dari cerita legendaris ini, tetapi Dunsa masih memepertahankan unsur penulisannya yang khas.


Di awal cerita, saya juga takjub dengan mantera-mantera sihirnya. Awalnya, saya beranggapan bahwa itu hanyalah mantera biasa. tetapi kemudian saya menemukan rahasianya. ya itu, kilab retayna retnam nas ilut! 


Seperti ini matera-manteranya:


"Lha had nipre bnad ka regreb!" (Bergerak dan berpindahlah!)
"Al ume sitrep esil abmek!" (Kembali seperti semula!)
"Ayn-hu butna krucnah!" (Hancurkan tubuhnya!)
"Rihisnag nudnilr epna rakgnil!" (Kingkaran perlindungan sihir!)


Dan tak ketinggalan, salam Zauberei, yang selalu di ucapkan oleh para Zauberei, "Ekzh ierebu aziam admal-as ekzh" (Salam damai Zaburei) Kalian bisa menemukan lebih banyak lagi mantera-mantera unik di buku ini.


Jadi, tunggu apalagi untuk menikmati kisah Dunsa? Ayo, jelajahi Prutopian dan ikuti petualangan Merphilia Dunsa dalam membunuh Ratu Veruna!


Ekzh ierebu azian admal-as ekzh!











Senin, 09 Januari 2012

Lomba KCPK Greatest Stories 2011

Halo! Entah mengapa lagi pengen ngisi blog ini dan sebenarnya.... ga tau mau ngisi apa.

Tapi pas buka-tutup laptop, cabut-pasang-lempar modem, jalan kaki-lari-loncat-berenang-merangkak-terbang, sampe akhirnya buka internet, akhirnya dapet ide. Dan sayangnya, gua baru inget kalo hal yang gua sebutin tadi itu samasekali gak gua lakuin.

Nah, karena di dorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Oke, gua salah naskah.
Jadi gua iseng-iseng aja tuh, buka e-mail. Ada e-mail dari penerbit Edelweiss yang memberitahukan bahwa ceritanya udah di edit. Alhamdulillah. Gua jadi keinget sama kejadian pas ikut lomba ini. Nih gua ceritain ya.

Pada suatu hari, hiduplah seorang puteri cantik jelita bernama Alyaa  Waktu itu, banyak banget lomba nulis. biasanya, tema nya buat Akhir tahun. tapi entah kenapa, gua males ikutan. Padahal gua paling suka nyari info tentang lomba nulis. Tapi pas baca info lomba, eh gak taunya gua jadi gak mood buat ikut lomba. Antara deadline nya bentar lagi lah, atau hadiah nya biasa-biasa aja atau juga karena tema yang di tentukan nya bikin gua pusing.

Oke, gua ngaku. Gua emang penulis amatir, atau bisa di bilang calon penulis, karena gua masih belajar. Gua belum bisa bikin karya yang waw, dan masih ada kesalahan di sana-sini. Cerita yang gua bikin juga biasa-biasa aja, hasil ngelamun sama ngegalau seharian.Gak ada keren-kerennya. Tapi gua yakin, kalau gua banyak berlatih, maka Insya allah bakal bisa lebih baik lagi. Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.


Nah, pas lagi menelusuri account penerbit-penerbit di Facebook, gua ngeliat account Kakak Cilik Punya Karya. ternyata lagi ngadain lomba nulis. Kayak gini nih pengungumannya:


Dear Sahabat KCPK,
Edelweiss mengadakan lomba menulis cerpen. Naskah yang terpilih akan diterbitkan di KCPK Greatest Stories.

Dengan syarat :

- naskah diketik dengan font Times New Roman 12pt 1,5 spasi.
- panjang naskah  5-15 halaman.
- umur kamu 12-15 tahun.
- tema cerita bebas (tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI)
- kalian dapat mengirimkan lebih dari satu cerpen.

Dikirimkan melalui email ke : edelweiss.publisher@gmail.com
dengan subjek email: KCPK GS.

Batas waktu pengiriman sampai tanggal 25 November 2011.
Pemenangnya akan diumumkan 12 Desember 2011 melalui email.

Oke, selamat meramaikan lomba ini! Kirimkan karya terbaikmu, ya .. :)
Good Luck! ^_^

Ketentuannya kayak gitu. Singkat, jelas, dan mudah di mengerti. Gua ngerasa kalau ini lomba harus di coba. Ketentuannya gak ribet. Simpel aja. Ini yang gua mau haha. Jadi, gua pun berusaha nyari ide buat bikin cerpen apa.

Hari pertama..... ngegalau, gak tau deh mau bikin cerpen apa.

Hari kedua..........masih sama.

Hari-hari berikutnya...... Hampir aja kelupaan.

Hari-hari berikutnya lagi.... Gua dapet ide, akhirnya gua berencana untuk ngedit cerpen gua yang lama yang kalah lomba dan di revisi ulang.

Hari-hari setelah hari-hari berikutnya lagi..... Gua dapet ide cerita baru men. Bikinnya cuma satu hari. dan gak tau cerpennya bisa lancar mengalir seperti air haha. Akhirnya, gua berencana untuk kirim cerpen ini. Judulnya, Kejutan Untuk Mary, yaa cerita tentang seorang kakak laki-laki yang berusaha membuat kejutan untuk adiknya di hari ulang tahun adiknya. gak terlalu waw. biasa aja. jelek malah. sumpah deh. habaha

Lusa nya Hari-hari setelah hari-hari berikutnya lagi.......... Gua ngedit cerita gua yang lama. Judulnnya Sehari di Athania. Tentang seorang anak yang pergi ke negeri antah berantah yang bernama Athania di hari ulang tahunnya (Jujur, gua juga gak tau kenapa gua hobby bikin cerpen tentang ulang tahun).

Ya udah tuh, akhirnya gua kirim kedua cerpen itu ke edelweiss.publisher@gmail.com. Itupun udah malem banget, jam 11 malam-an lah seinget gua. Yang penting kekirim, dan... Bissmillah. semoga hasilnya memuaskan.

Pengungumannya tanggal 14 Desember. tapi pas tanggal segitu, pas gua udah deg-degan setengah mau mati setengah mau mati suri, ternyata di undur dua hari pengungumannya. jadi tanggal 16 Desember. Yaaaah. Galau, galau, galau, galau, dan galau sepanjang hari. Maklum lah, gua Galauers. Apapun gua galauin. Haha.

Singkat cerita, tanggal 16 gua dengan semangat empat-lima gua ke sekolah bawa netbook. Gua mau pake wifi sekolah. Tapi dari pagi sampe siang gua cek email terus............ pengungumannya gak ada. Anjir, itu beneran bikin...  Galau.

Sampe pas pulang sekolah, pengungumannya gak ada. Gua galau banget. Soalnya gua gak bisa buka Internet di rumah, pulsa modem abis. gimana coba buka e-mailnya? Galau men. 

Walaupun gua gak terlalu kepengen menang karena gua tau cerpen gua biasa-biasa aja, tapi tetep aja gua penasaran. YAA SIAPA TAU nama gua gak sengaja nyelip gitu di nama pemenang. Atau enggak.. ada kesalahan teknis dan nama gua masuk  jadi pemenang. BISA JADI KAN?

Nah, temen-temen gua tiba-tiba pada pengen main ke rumah Anisa Swediana Salamah atau si Swedis. DENGAN SEMANGAT EMPAT LIMA gua ikut. Di rumahnya itu ada wifi soalnya. Pokoknya gua nyampe rumah nya langsung buka netbook. Nihil, tetep gak ada. Jadinya gua cuma buka YouTube sama temen-temen gua, dan nonton Video lagu Gloomy Sunday. Itu lo, lagu yang katanya bisa bikin orang bunuh diri. mungkin gua bisa bunuh diri kalau kalah. Dan tanpa sadar, batere netbook gua abis. Gua gak bawa charger. Swedis gak punya charger netbook. temen-temen gua gak punya. Kucing yang lewat depan rumah swedis juga gak punya. 

Untuk melepas kegalauan di hati ceileh gua akhirnya maen sepeda sama temen-temen gua, muterin komplek rumah swedis. Di jamin, serius deh, gua gak nyasar kecuali gua tiba-tiba amnesia. Pokoknya gua sedikit ngelupain tentang lomba itu.

Pas pulang ke rumah naik Trans Pakuan, gua iseng-iseng buka Fans Page Kakak Cilik Punya Karya. Dan KATANYA KATANYA KATANYA pengungumannya jam LIMA SORE. Sekali lagi gua galau. INI GIMANA LIAT PENGUNGUMANNYA?! akhirnya gua pun mohon-mohon ke penerbitnya biar pengungumannya bisa di umumin di facebook juga. Dan kenapa ya gua baru keinget ide itu. Gua juga gak tau. Gua juga minta ke swedis yang baik hati, minta dia buka e-mail gua jam 5 sore. ya, sedikit lega gua.

DAN PENGUNGUMANNYA PUN KELUAR!!!!!!! 

Taraaaa.... ini dia pemenang KCPK GS tahun ini... setelah menyeleksi 68 naskah menjadi 25 naskah, lalu 10 naskah berhasil keluar menjadi pemenangnya dan ini dia 10 naskahnya .

Cerpen KCPK GS final

1. Sehari di Athania, Alyaa Saira Shiddiqah
2. study tour yang menghebohkan, Resskha Wulanxx
3. meaningless cheating, Rifqi Sensei
4. blitz and mysterious letter, aulia oktadiputri
5. aku, sahabat jalanan, dan melody gitar yang bersimfoni, azizah
6. biola terakhir untuk sahabat, mia amila
7. let's see that star again, astari puspita
8. one miracle word, ilma safira
9. negeri ajaib, di mana itu? amelia nurusyisyifa
10. lyla and the cooking fairy, afifa salsabila

Selamat untuk yang menang KCPK GS 2011 dan terima kasih kepada semuanya telah berpartisipasi dalam KCPK GS, Ayo wujudkan impianmu menjadi penulis cilik!

^_^


GUE MENANG MEN! NAMA GUE MASUK MEN! Alhamdulillah, sujud syukur gua. Gak nyangka. Ini pertama kalinya gua menang. Dan insyallah, cerpen nya akan 'masuk' kedalam buku KCPK GS 2011. Akhir nya cerita gua dapat di bukukan, ya walaupun ini cuma cerpen di buku Antologi, tapi seenggaknya ini bisa jadi awal untuk masa depan gua. Alhamdulillah.

Ini itu rasanya kayak..... membelah lapisan atmosfer berlapis-lapis, terbang bersama paus akrobatis, menuju rasi bintang yang PALING MANIIS kayak gue.

Sekarang, KCPK GS lagi dalam proses. Biodata, Foto, Endorsement nya juga udah gua kirim. Proses pengeditan pun sudah. Ya, pokoknya, tinggal di tunggu aja. Semoga cerpennya nanti dapat respon yang baik di mata pembaca. AMIN! :D

Buat yang penasaran, nih gua kasih sinopsis cerpennnya ya!

Di hari ulang tahunnya, Mary, mendapatkan sebuah hadiah misterius, yaitu sebuah potret kucing bewarna hitam dan bermata merah. Dan serasa belum cukup juga dengan hadiah misterius, di tengah perjalanan ke sekolahnya, Mary bertemu dengan kucing yang sama seperti yang ada di potret itu! Ketika Mary mendekati kucing itu, tiba-tiba kucing itu meloncat ke arahnya dan mencakar wajahnya. Seketika itu juga Mary tiba-tiba berada di sebuah negeri yang bernama Athania.

Apakah yang di lakukan Mary di sana seharian? Siapakah kucing itu? Nantikan saja ya cerpennya dalam Antologi Kakak Cilik Punya Karya Greatest Stories! :D

Alyaa Saira Shiddiqah